Minggu, 30 Oktober 2011

akuntansi dan laporan keuangan

1.Definisi Akuntansi
Definisi Akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu : definisi dari sudut pemakai jasa akuntansi, dan dari sudut proses kegiatannya.

Definisi Dari Sudut Pemakai
Ditinjau dari sudut pemakainya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai " suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu oerganisasi ". informasi yang dihasilkan akuntansi diperlukan untuk :

1. Membuat perencanaan yang efektif, pengawasan dan pengambilan keputusan oleh manajemen ; dan
2. Pertanggujawaban organisasi kepada para investor, kreditur, badan pemerintahan dan sebagainya.

Dari definisi ini dapat disimpulakn hal-hal sebagai berikut :

1. Akuntansi diselenggarakan dalam suatu organisasi ( biasanya berupa organisasi perusahan ). Informasi yang dihasilkan adalah informasi tentang organisasi.
2. Informasi akuntansi sangat penting dalam menyelenggarakan kegiatan perusahaan.Informasi ini digunakan dalam pengambilan keputusan intern organisasi ( oleh manajemen yaitu orang yang diberi tugas untuk memimpin perusahaan ), dan juga untuk pengambilan keputusan oleh pihak ekstern organisasi ( oleh investor yaitu orang-orang yang menanamkan uangnya dalam perusahaan untuk mendapatkan laba; oleh kreditur yaitu orang-orang yang memberi pinjaman kepada perusahaan dan pihak lainnya ).

Definisi dari Sudut Proses Kegiatan
Apabila ditinjau dari sudut proses kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi ". Definisi ini menunjukkan bahwa kegiatan akuntansi merupakan tugas yang kompleks dan menyangkut bermacam-macam kegiatan. Pada dasarnya akuntansi harus :

1. Mengidetifikasikan data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan diambil.
2. Memproses dan menganalisis data yang relevan.
3. Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan.

2. Akuntansi Sebagai Suatu Sistem Informasi
Akuntansi dilaksanakan baik dalam perusahaan yang bertujuan mencari laba maupun dalam organisasi-organisasi yang tidak mencari laba. Salah satu penyebabnya adalah karena semakin rumitnya variabel-variabel yang dihadapi walau di dalam perusahaan kecil sekalipun.

Suatu sistem informasi,akuntansi diperlukan oleh berbagai pihak,antara lain :

1. Manajer
2. Investor
3. Kreditur
4. Instansi Pemerintah
5. Organisasi Nirlaba
6. Pemakai lainnya.

3. Bidang-Bidang Akuntansi

1. Akuntansi Publik

Terdiri dari :

* Pemeriksaan Laporan Keuangan
* Akuntansi Perpajakan
* Konsultasi Manajemen

2. Akuntansi Intern
Terdiri dari :

* Akuntansi Biaya
* Akuntansi Keuangan
* Akuntansi Manajemen


4. PROSES PELAPORAN AKUNTANSI

1. Data dan Pelaporan untuk Manajemen ( Manajemen )
2. Laporan untuk Penetapan Pajak ( Pemerintah )
3. Laporan Khusus ( Badan / Instansi tertentu )
4. Laporan Keuangan Setelah Diperiksa ( Badan / Instansi Tertentu, Kreditur, Penanam Modal, Organisasi Buruh, dan Umum ).

5. BENTUK-BENTUK ORGANISASI PERUSAHAAN

1. Perusahaan Perorangan

Perusahaan Perorangan adalah perusahaan yang dimiliki oleh satu orang. Pemilik perusahaan biasanya merangkap juga sebagai Manjer. Perusahaan perorangan umumnya berupa perusahaan pengecer yang berskala kecil atau perusahaan jasa perorangan seperti praktik dokter, pengacara dan kantor-kantor akuntan.

2. Persekutuan

Persekutuan adalah suatu organisasi perusahaan yang merupakan gabungan dari beberapa orang ( lebih dari satu orang ) pemilik untuk menyelenggarakan usaha dengan menggunakan nama bersama. Para pemilik disebut sekutu atau patner. Secara hukum para sekutu mempunyai tanggung jawab penuh atas utang-utang persekutuan, tetapi dilain pihak mereka mempunyai hak atas laba perusahaan. Persekutuan yang banyak dijumpai dalam dunia bisnis di Indonesia adalah Firma dan CV.

3. Perseroan
Perseroan adalah perusahaan yang modalnya terdiri atas saham-saham. Setiap pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang tanggung jawabnya terbatas sebesar saham yang dimilikinya. Ini berarti pada pemegang saham secara pribadi tidak bertanggung jawab penuh atas seluruh utang perusahaan, melainkan hanya terbatas sebesar penyertaannya dalam perusahaan tersebut. Itulah sebabnya organisasi semacam ini disebut juga Perseroan Terbatas atau PT.

6. DASAR-DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN
Rekening Sebagai Alat Pencatatan
Rekening adalah suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan, dan biaya. Tujuan pemakaian rekening adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusuanan laporan-laporan keuangan. Rekening memberikan informasi tentang operasi-operasi perusahaan dari hari ke hari.
Jumlah Rekening yang perlu diadakan dalam pembukuan suatu perusahaan tergantung kep ada kebutuhan. Kumpulan rekening yang digunakan dalam pembukuan suatu perusahaan disebut Buku Besar atau Ledger. Buku Besar dapat berupa buku yang halaman-halamannya berfungsi sebagai rekening atau bisa juga berupa kumpulan kartu. Dalam buku besar biasanya rekening-rekening disusun dengan urutan tertentu, yaitu rekening-rekening untuk neraca disusun paling depan, dan sesudah itu barulah rekening-rekening yang akan dicantumkan dalam laporan rugi-laba.

7. PENGGOLONGAN REKENING

Pada pokoknya rekening-rekening dibagi atas 2 golongan besar, yaitu :
1. Rekening-rekening Neraca
Biasaya disebut juga Rekening Riil,yaitu rekening-rekening yang akhir periode akan dilaporkan di dalam neraca. Rekening-rekening Neraca atau Riil ialah rekening-rekening aktiva ( harta ), rekening-rekening kewajiban ( utang ), rekenig-rekening modal.

2. Rekening-rekening Rugi-Laba
Biasanya disebut juga Rekening Nominal, yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan rugi-laba. Rekening-rekening ini meliputi Rekening-rekening pendapatan dan rekening-rekening biaya.

8. JURNAL DAN POSTING

1. JURNAL

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis ( berdasarkan urut waktu terjadinya ) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit berserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan,sebelum dibukukan ke buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, Oleh karena itu buku jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama ( Book of original entry ).
Manfaat Pemakaian Jurnal adalah :

1. Dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi.
2. Memberi gambaran yang lengkap tentang seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan- urutan kejadian.
3. Jurnal dapat dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan.
4. Jurnal menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi
5. Apabila transaksi dicatat secara langsung ke dalam Buku Besar akan terjadi kesalahan dalam mencatatnya.



2. POSTING
Proses pemindahan ayat-ayat jurnal yang telah dbuat dalam buku jurnal ke Buku Besar disebut Posting,yaitu memindahkan jumlah dalam kolom debet jurnal ke dalam sisi debet rekening dan memindahkan jumlah kolom kredit jurnal ke dalam sisi kredit rekening.

9. NERACA SALDO
Saldo adalah selisih jumlah sisi debet dengan jumlah sisi kredit. Jika jumlah sisi debet suatu rekening lebih besar daripada jumlah sisi kreditnya,maka saldo rekening tersebut dinamakan saldo debet. sebaliknya apabila jumlah sisi kredit suatu rekening lebih besar daripada jumlah sisi debetnya, maka saldo rekening tersebut dinamakan saldo kredit. Saldo menggambarkan jumlah yang tersisa pada suatu saat tertentu. Setiap akhir masa tertentu, perusahaan biasanya menyusun suatu daftar saldo rekening yang terdapat di buku besar yang disebut Neraca Saldo.

10. KESALAHAN PEMBUKUAN
Kesalahan pembukuan bisa terjadi pada setiap tahapan dalam proses akuntansi. Kesalahan -kesalahan yang terjadi dalam pencatatan di buku besar dapat ditemukan melalui beberapa cara, antara lain melalui prosedur pemeriksaan pembukuan, ditemukan secara kebetulan,atau dapat juga diketahui melalui neraca saldo.
Cara yang terbaik untuk dapat menemukan kesalahan dengan segera adalah dengan cara selalu meneliti kembali setiap kali melakukan pencatatan, baik di dalam jurnal maupun di buku besar. Akan tetapi bila hal ini tidak mungkin dilakukan, maka cara yang paling tepat adalah menelusur kembali proses akuntansi.
Langkah-langkah untuk menelusur kembali adalah sebagai berikut :

1. Periksa kebenaran penjumlahan kolom-kolom debet dan kredit neraca saldo dengan cara penjumlahan ulang.
2. Bandingkan nama-nama rekening yang ditulis pada kolom nama rekening di neraca saldo, dengan rekening-rekening yang ada di buku besar, untuk memeriksa apakah tidak ada rekening yang terlewat dicantumkan di neraca saldo.
3. Periksalah kebenaran penjumlahan sisi debet dan sisi kredit rekening-rekening di buku besar dan periksa pula perhitungan saldonyo.
4. Bandingkan semua angka yang ada di buku besar dengan akang-angka yang tercantum dalam jurnal. Setiap kali melakukan pencocokan supaya diberi tanda, baik dalam buku besar maupun dalam jurnalnya. Bila kesalahan belum juga ditemukan, Perhatikan apakah ada angka-angka di dalam buku besar atau jurnal yang belum diberi tanda.
5. Periksalah kesamaan jumlah debet dan kredit di dalam jurnal.

11. PENYESUAIAN PEMBUKUAN
Tujuan proses penyesuaian adalah :

* Agar setiap rekening riil, khususnya rekening-rekening aktiva dan rekening-rekening utang, menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode.
* agar setiap rekening nominal ( rekening-rekening pendapatan dan rekening-rekening biaya ) menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode.

Saldo-saldo di dalam neraca saldo biasanya memerlukan penyesuaian untuk mengakui hal-hal sebagai berikut :

* Piutang Pendapatan : yaitu pendapatan yang sudah emnjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.
* Utang Biaya : yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dicatat.
* Pendapatan Diterima di Muka : yaitu pendapatan yang sudah diterima, tetapi sebenarnya merupakan pendapatan untuk periode yang akan datang.
* Biaya Dibayar di Muka : yaitu biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang.
* Kerugian Piutang : yaitu taksiran kerugian yang timbul karena adanya piutang yang tidak bisa ditagih.
* Depresiasi ( Penyusutan ) : yaitu penyusutan aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.
* Biaya Pemakaian Perlengkapan : yaitu bagian dari harga beli perlengkapan yang telah dikonsumsi selama periode akuntansi.

12. TEMPAT JURNAL PENYESUAIAN DALAM SIKLUS AKUNTANSI
Langkah-langkah dalam siklus akuntansi dilakukan dengan urutan sebagai berikut :

1. Mencatat transaksi-transaksi dalam jurnal
2. Membukukan ( posting ) ayat-ayat jurnal ke buku besar
3. menyusun neraca saldo, yaitu membuat daftar saldo-saldo rekening yang ada di buku besar pada suatu saat tertentu

Apabila data yang tercantum dalam neraca saldo tidak memerlukan penyesuaian, maka langkah ke empat adalah menyusun laporan keuangan yang datanya dikutip dari neraca saldo tersebut. Akan tetapi jika data dalam pembukuan masih memerlukan penyesuaian, maka langkah-langkanya sebagai berikut:

1. Mencatat transaksi-transaksi dalam jurnal.
2. Membukukan ( posting ) ayat-ayat jurnal ke buku besar.
3. Menyusun neraca saldo, yaitu membuat daftar saldo-saldo rekening yang ada dibuku besar pada suatu saat tertentu.
4. Membuat jurnal penyesuaian dan membukukan angka-angkanya ke dalam rekening-rekening buku besar yang bersangkutan.
5. Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan.
6. Menyusun laporan keuangan.

13. NERACA LAJUR
Agar penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan dengan teliti, dibutuhkan alat yang di sebut Neraca Lajur. Neraca Lajur adalah suatu kertas berkolom-kolom ( berlajur-lajur ) yang dirancang untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan-laporan keuangan dengan cara yang sistematis.
Tujuan pembuatan Neraca Lajur adalah :

* Untuk memudahkan laporan keuangan
* untuk menggolongkan atau meringkas informasi dari neraca saldo dan data menyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
* Untuk mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.

Neraca Lajur terdiri atas 5 pasang kolom yang masing-masing tediri atas kolom debit dan kolom kredit. Kelima pasang kolom tersebut meliputi kolom-kolom yang disediakan untuk Neraca Saldo, Penyesuaian, Neraca Saldo yang Telah Disesuaikan, Rugi-Laba, dan Neraca.
Prosedur yang harus dilakukan untuk menyusun Neraca Lajur terdiri atas 5 langkah. yaitu sebagai berikut :

1. Masukan saldo-saldo rekening buku besar ke dalam kolom neraca saldo pada formulir neraca Lajur.
2. Masukkan ayat-ayat jurnal penyesuaian ke dalam kolom " Penyesuaian ".
3. Mengisi kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan.
4. Memindahkan jumlah-jumlah di dalam kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom-kolom rugi & laba atau kolom-kolom neraca.
5. Menjumlahkan kolom-kolom rugi-laba dan kollom-kolom neraca, Memasukkan angka " laba bersih " atau " rugi bersih" sebagai angka pengimbang ke dalam kedua pasang kolom di atas dan sekali lagi menjumlahkan kolom-kolom tersebut.

14. PENUTUPAN PEMBUKUAN
Buku besar berisi sejumlah rekening yang dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu rekening riil dan rekening nominal. Rekening-rekening riil yang terdiri atas rekening aktiva, kewajiban, dan modal, adalah rekening-rekening yang akan dilaporkan dalam Neraca. Saldo akhir periode rekening-rekening riil akan dibawa ke periode berikutnya. Ini berarti bahwa saldo akhir suatu rekening riil akan menjadi saldo awal untuk periode akuntansi berikutnya.
Rekening nominal yang berupa rekening-rekening pendapatan dan biaya, merupakan rekening pembantu modal. Rekening nominal diperlukan untuk menampung pencatatan transaksi pendapatan dan biaya. Rekening-rekening pendapatan dan biaya disebut pula Rekening Sementara, karena rekening-rekening pendapatan dan biaya hanya bersifat sementara yaitu hanya berlaku untuk satu periode akuntansi. Oleh karena itu saldo akhir periode rekening-rekening pendapatan dan biaya yang terdapat dalam buku besar, harus dipindahkan ke rekening Modal agar dapat diketahui pengaruhnya terhadap rekening tersebut, dan sekaligus mengakhiri rekening-rekening pendapatan dan biaya pada periode bersangkutan. Pada awalnya periode berikutnya rekening-rekening pendapatan dan biaya akan diawali dengan saldo nol rupiah.

15. JURNAL PENUTUP
Jurnal Penutup adalah jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo-saldo rekening sementara ( rekening-rekening nominal dan rekening prive ).
Tujuan Pembuatan Jurnal Penutup,adalah :

* Untuk menutup saldo yang terdapat dalam semua rekening sementara.
* Agar saldo rekening menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode. Dengan adanya jurnal ini, maka saldo rekening Modal akan sama dengan jumlah modal akhir yang dilaporkan dalam neraca.

Dalam menyelenggarakan penutupan buku, kita menggunakan sebuah rekening sementara yang baru yaitu, REKENING RUGI-LABA ( atau dapat pula di sebut ikhtisar Rugi-Laba ). Rekening ini hanya digunakan dalam penutupan buku pada akhir periode. Dalam rekening ini dihimpun semua saldo rekening pendapatan dan biaya, sehingga dapat diperoleh satu angka yang merupakan laba bersih atau rugi bersih untuk kemudian dipindahkan ke rekening Modal pemilik.

Penutupan Pembukuan biasanya dilakukan dnegan urutan sebagai berikut :

1. Menutup semua rekening pendapatan dengan memindahkan saldo setiap rekening pendapatan ke rekening Rugi-Laba.
2. Menutup semua rekening biaya dengan memindahkan saldo setiap rekening biaya ke rekening Rugi-Laba.
3. Menutup rekening Rugi-Laba dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal.
4. Menutup rekening prive ( jika ada ) dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal.


16. Konsep Dasar
Konsep dasar merupakan landasan prinsip akuntansi yang berlaku umum yang juga berfungsi sebagai fondasi bagi prinsip akuntansi lain yang berlandaskan pada karakteristik lingkungan yang sama.
Menurut Zaki Baridwan (1997 : 9) menyatakan bahwa konsep dasar yang mendasari prinsip akuntansi adalah sebagai berikut:

* Prinsip biaya historis (Historical Cost Principle).

* Prinsip pengakuan pendapatan (Revenue Recognition Principle).

* Prinsip mempertemukan (Matching Principle).

* Prinsip konsistensi (Consistency Principle).

* Prinsip pengungkapan lengkap (Full Disclousure Principle).

Prinsip Akuntansi
Prinsip akuntansi merupakan dasar atau petunjuk bagi mereka yang melakukan praktek atau kegiatan di bidang akuntansi, sehingga wajib ditaati khususnya dalam hal proses penyusunan laporan keuangan. Prinsip akuntansi dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana data sumber-sumber dan kewajiban ekonomi dicatat sebagai harta dan kewajiban, bagaimana cara mencatatnya, kapan perubahan tersebut dicatat, serta bagaimana mengukurnya dan informasi apa saja yang diungkapkan dan bagaimana cara mengungkapkannya.
Menurut Niswonger dan Fess (1996 : 349-353) prinsip-prinsip akuntansi yang paling penting dan secara luas digunakan adalah sebagai berikut :

* Kesatuan usaha (Bussines entity).

* Perusahaan berjalan (Going Concern).

* Bukti yang obyektif (Objective evidence).

* Unit pengukuran (unit of measurement).

* Periode akuntansi (Accounting Period).

* Penandingan pendapatan dengan beban (Matching Revenue and expired Cost).

* Konsistensi (Consistency).

* Materialitas (Materiality).

* Konsevatisme (Consevatisme).

Ikatan Akuntansi Indonesia (1984 : 16) menjabarkan tentang prinsip akuntansi sebagai berikut :
Prinsip Akuntansi Indonesia merupakan himpunan prinsip, prosedur, metode dan teknik akuntansi yang mengatur penyusunan laporan keuangan, khususnya yang ditujukan kepada pihak luar seperti : pemegang saham, kreditur, fiskus, dan sebagainya.
Prinsip akuntansi memegang peranan yang penting terutama dalam pelaksanaan fungsi akuntansi sebagai penyedia akuntansi keuangan suatu perusahaan, sehingga dengan menggunakan prinsip dan konsep akuntansi maka pencatatan dan penilaian harta, hutang, modal, penghasilan dan biaya-biaya yang terjadi benar-benar mencerminkan kelayakan.



17. SIKLUS AKUNTANSI





18. TEORI AKUNTANSI KONVENSIONAL
Kalau berbicara mengenai teori akuntansi konvensional maka yang dimaksudkan adalah kristalisasi fenomena yang dituangkan dalam bentuk kalimat-kalimat yang disimpulkan dari fenomena interaksi bisnis dengan pemakai laporan keuangan.
Struktur Teori Akuntansi Kapitalis

1. Tujuan Laporan Keuangan
2. Postulat Akuntansi
3. Konsep Teoritis Akuntansi
4. Prinsip Akuntansi
5. Teknik Akuntansi


19. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Menurut APB (The Accounting Principle Board) yang bernaung dibawah AICPA mengeluarkan pernyataan nomor 4 yang berjudul “Basic Concepts and Accounting Principle for Business Enterprise.” Tujuan laporan keuangan adalah:

1. Tujuan khusus. Menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya sesuai GAAP (General Accepted Accounting Principle).
2. Tujuan Umum

* Informasi sumber-sumber ekonomi dan kewajiban perusahaan.

* Informasi sumber laba

* Menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba

* Informasi perubahan harta dan kewajiban

* Informasi relevan lain yang dibutuhkan


3. Tujuan Kualitatif

* Relevan

* Dapat dimengerti

* Dapat dicek kebenarannya

* Netral

* Tepat waktu

* Dapat diperbandingkan

* Lengkap


20. MACAM-MACAM LAPORAN KEUANGAN
Tahapan berikutnya dalam siklus akuntansi adalah mempersiapkan laporan keuangan. Laporan keuangan ini sangat penting bagi pihak manajemen, kreditor dan investor.Laporan keuangan terdiri dari 3 macam :

* Laporan Rugi- Laba

Laporan laba-rugi adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.

* Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan bertambahnya atau berkurangnya modal suatu perusahaan akibat dari laba atau rugi yang diterima oleh perusahaan tersebut dalam satu periode akuntansi.

* Neraca

Laporan neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan.

http://selpi-akuntansi.blogspot.com/
http://www.google.co.id/search?hl=en&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&channel=s&biw=1024&bih=578&tbs=blgt%3Ab&tbm=blg&q=definisi+akuntansi&oq=definisi+akuntansi&aq=f&aqi=g9g-b1&aql=1&gs_sm=e&gs_upl=126833l133348l0l134040l11l11l0l0l0l1l300l2094l3.1.6.1l11l0
http://www.google.co.id/search?hl=en&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&channel=s&biw=1024&bih=578&tbm=blg&q=akuntansi+dan+laporan+keuangan&btnG=Search&oq=akuntansi+dan+laporan+keuangan&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=s&gs_upl=0l0l0l2481l0l0l0l0l0l0l0l0ll0l0

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar